Menang Melawan Syaithan

Bismillah…Hari ini, Kamis 13 Desember 2012. Dan ternyata apa yang selama ini menjadi pembicaraan panas di masyarakat dunia, yaitu kiamat pada 12122012 itu tidak terjadi. Ya awalnya pasti banyak yang penasaran dengan prediksi ini. Coba saja dipikir, manusia seperti kita ini kok bisa-bisanya memprediksi hal sebesar itu, kiamat, akhir dari kehidupan alam semesta ini. Sungguh tak habis pikir. Yang namanya takdir itu sudah digariskan oleh Alloh Swt. Semuanya sudah tertuliskan dalam Lauhul Mahfudz dengan jelas. Tak ada yang bisa mengusiknya. Tugas kita sebagai manusia itu sebenarnya kan cukup tiga pokok yaitu beribadah kepada Alloh Swt, menjadi khalifatul fil ardhi, dan misi peradaban.

Alangkah lebih bijak jika kita berusaha untuk menjalankan tugas-tugas dan amanah-amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Bukannya malah sibuk dengan hal-hal yang remeh temeh tanpa guna. Gimana nggak, banyak diantara kita yang sibuk dengan salah satu contoh di atas. Pun ketika kiamat itu tiba pasti sudah ada waktunya tersendiri. Dimana kita seharusnya menyibukkan diri dengan persiapan-persiapan membekali diri dengan amal-amal sholeh sebagai bekal kita kelak saat hari pembalasan tiba. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang senantiasa berdzikir kepada Alloh, mengagungkanNya, dan berusaha menggapai ridhoNya.

Ibarat seorang murid yang ditugasi membuat suatu karangan cerita oleh gurunya dengan tema yang sudah ditentukan. Tentunya murid yang akan mendapat nilai yang baik atau bahkan yang terbaik adalah murid yang membuat karangan sesuai dengan tema yang sudah ditentukan tadi dengan isi yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan. Begitu juga dengan kita sebagai hamba Alloh, sudah sepatutnya kita merencanakan cerita kehidupan kita sesuai dengan tema yang sudah ditentukanNya.

Hari ini agendaku tadi mengikuti bedah buku “Menang Melawan Syaithan” oleh Ust Abu Umar Abdillah yang diselenggarakan oleh bidang Syiar SKI FKUNS. Suatu acara yang aku dapat mengambil inspirasi dan pelajaran darinya. Dalam seminar ini dijelaskan panjang lebar segala hal tentang buku tersebut. Dari penjelasan tentang syaithan, sifat-sifatnya, langkah-langkah dalam menggoda manusia, dan bagaimana cara menang melawan godaan mereka. Dan ternyata, disadari atau tidak, selama ini kita telah terpedaya dengan tipu muslihat syaithan. Dimulai dari kita bangun tidur sampai kembali tidur, syaithan tidak henti-hentinya melancarkan serangan terhadap kita.

Dimulai dari bangun tidur. Kita seringkali malas-malasan dalam bangun tidur. Ini merupakan keberhasilan syaithan dalam melancarkan godaannya terhadap manusia. Ketika kita itu bangun pas disaat adzan shubuh berkumandang itu sudah merupakan keberhasilan bagi mereka. Harusnya kita itu sebisa mungkin menghiasi sepertiga malam terakhir dengan amalan-amalan baik seperti qiyamul lail atau tilawatil qur’an bukannya malah tidur lelap dalam pelukan bantal. Hal ini tidak lain karena syaithan telah membelenggu manusia dengan tiga ikatan sewaktu tidur. Ikatan pertama akan terlepas ketika manusia bangun tidur dan diawali dengan berdoa/berdzikir kepada Alloh Swt. Ikatan kedua akan terlepas seandainya manusia mau melaksanakan wudhu. Dan ikatan terakhir lepas jika dilanjutkan dengan sholat malam. Jadi jika ketiga hal tersebut tak dilaksanakan, artinya selama kita tidur sampai bangun tidur, kita tetap terbelenggu oleh syaithan. Bagaimana kelanjutan nilai hari itu jika sudah diawali dengan hal tersebut pastinya Anda tahu. Parahnya lagi, ternyata masih ada usaha syaithan agar manusia itu malas bangun pagi yang diantara kita masih sering bangun saat matahari telah meninggi, itu karena telinga kita telah dikencingi syaithan, sehingga panggilan adzan shubuh tak kita hiraukan. Sungguh terlalu.

Tahukah Anda? Bahwa setiap paginya syaithan senantiasa briefing/apel pagi terhadap seluruh jajaran pasukannya. Yang intinya mereka saling memotivasi, siapa yang bisa menjerumuskan manusia terhadap perbuatan dosa, maka syaithan yang bersangkutan akan dipakaikan mahkota di kepalanya. Persiapan mereka sangat matang dan cermat. Sementara kita malah terlena dan lengah dengan tipu daya mereka. Dan saat hendak tidur kembali, syaithan berusaha agar aktifitas terakhir yang dilakukan oleh manusia adalah aktifitas yang negatif. Bagaimanapun caranya. Padahal tidur itu merupakan mati kecil. Jika tiap kematian kecil manusia diisi dengan aktifitas negatif, apa jadinya jika tiba waktunya kematian yang sesungguhnya. Na’udzubillah. Semoga kita semua tergolong orang yang khusnul khotimah di akhir hayatnya. Aamin

Sebagai closing, bahwa agar kita bisa menang melawan syaithan adalah dengan tidak memperturutkan kehendak hawa nafsu kita yang merupakan kendaraan syaithan dalam menjerumuskan manusia kedalam lembah yang nista dan senantiasa rajin mengkaji ilmu dien agar bekal melawan syaithan kita terpenuhi serta kita bisa senantiasa siaga dalam menghalau tipu daya mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: